blog ini membantu anda mencari informasi tentang sepakbola indonesia

Sabtu, 26 Mei 2018

Usai dikalahkan persija, Peter Butler Mengkritik Pelatih Persija, Ada apa?


Gaya aktif pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco, di tepi lapangan mengundang kritik. Pelatih Persipura Jayapura, Peter Butler, merasa terganggu dengan sikap Teco, terutama ketika mengintervensi keputusan wasit.

Stefano Cugurra Teco merupakan pelatih dengan kebiasaan berdiri di tepi lapangan sepanjang pertandingan. Hal itu dilakukannya untuk memberikan instruksi kepada pemain Persija.

Tak jarang pula ia memperlihatkan ekspresi kesal ketika wasit mengambil keputusan yang merugikan bagi Persija. Alhasil, dia pun kerap mendapat peringatan dari ofisial keempat yang berada di pinggir lapangan.

Gaya tersebut memang sudah menjadi ciri khas Teco di tepi lapangan ketika tim asuhannya tengah bertanding. Namun, ternyata gaya itu mengganggu pelatih Persipura saat kedua tim berhadapan di Stadion Pakansari, Cibinong, Jumat (25/5/2018).

"Saya tidak mengerti mengapa pelatih Persija harus berteriak-teriak kepada wasit dan mengacungkan tangan agar wasit mengeluarkan kartu kuning. Tadi ia sering sekali melakukan itu, ia minta agar wasit mengeluarkan kartu kuning," ujar Peter Butler setelah pertandingan.

"Hal itu tidak bagus, saya tidak mau seperti itu. Persija bermain baik. Para penonton datang dan memberikan dukungan dengan baik, para pemain pun bermain dengan baik," lanjutnya.

"Tetapi kenapa pelatihnya meminta-minta agar wasit memberi kartu kuning untuk pemain kami. Jelas itu bukan sesuatu yang bagus," papar pelatih asal Inggris itu.

Dalam pertandingan pekan ke-10 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Pakansari, Persipura Jayapura menelan kekalahan 0-2 dari Persija Jakarta. Kendati kalah, tim berjulukan Mutiara Hitam itu tetap berada di puncak klasemen sementara Liga 1 2018 dengan nilai 17.
Share:

Jumat, 25 Mei 2018

Kemenangan Persija Akhirnya Ternoda


Rajasport - Pertandingan pekan ke sepuluh Go-Jek Liga 1 2018, Persija Jakarta berhasil mempermalukan pemuncak klasemen sementara Persipura Jayapura di stadion pekan sari bogor 25 Mei 2018 malam tadi. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut menang dengan skor telak 2-0.

Sejak pertandingan dimulai pertandingan kedua tim berlangsung terbuka sehingga di menit awal persija mampu mencuri gol memalui Marco Simic pada menit ke-9. Sedangkan gol kedua Persija dicetak pada babak kedua pada menit ke-77 melalui kaki Novri Setiawan. Seperti yang dilansir flashscore.com (25/5/2018).


Namun kemenangan Persija Jakarta kali ini sedikit ternoda lantaran sanksi yang dikeluarkan PSSI. Komisi Disiplin (komdis) PSSI kembali menggelar sidang pada 23 Mei 2018. Beberapa poin yang dihasilkan, terdapat tiga poin sanksi untuk pemain Persija.

Tiga poin sanksi itu tertuju pada Ismed Sofyan, Riko Simanjuntak dan Ramdani Lestaluhu, mereka mendapat hukuman denda masing-masing Rp. 25 juta.

Diketahui penyebab sanksi tersebut, dinilai ketiga pemain tersebut mengucapkan kata-kata yang tidak pantas terhadap wasit ketika tim berjuluk Macan Kemayoran kalah dari Persela Lamongan kemarin.

Protes keras yang dilakukan ketiga pemain Persija tersebut tertangkap kamera terhadap wasit Annas Apriliandi saat mengesahkan gol kontroversial Persela Lamongan yang dicetak oleh Diego Assis.
Share:

Kamis, 24 Mei 2018

Kritikan pedas abah gomes terhadap gaya bermain febri haryadi

PELATIH Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez rupanya sudah kehilangan 'kesabaran' melihat gaya bermain Febri Hariyadi. Pelatih asal Argentina itu berusaha mengingatkan Febri untuk mengurangi ego dalam bermain.


Gomez melihat Febri memiliki talenta yang cukup besar dan secara kualitas permainan diakuinya cukup baik dan yang terbaik di posisinya. Sayangnya kata Gomez, Febri belum cukup konsisten menunjukkan permainan untuk tim.

"Dia secara permainan membaik, dan mengalami peningkatan karena dia adalah pemain yang mempunyai kualitas. Dia sedang dalam kondisi yang baik, dan mempunyai masa depan yang cerah," kata Gomez seperti dilansir vikingpersib.co.id, Kamis (24/05/2018).

Mantan pelatih klub Liga Super Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT) FC tersebut, merasa Febri akan jauh lebih 'dibenci' lawan jika bisa menjalankan peran ganda di lapangan. Sebagai winger yang cukup tajam dan gesit saat membantu serangan, serta tangguh dan menyulitkan lawan ketika membantu pertahanan.

"Tapi sekarang yang harus dipikirkannya adalah bermain baik secara tim. Itu yang terpenting, karena dia bermain untuk tim. Ketika dalam posisi menyerang, dia harus naik ke depan, dan ketika kita kehilangan bola, dia harus membantu pertahanan," tuntas Gomez.

Untuk bisa berkembang dan menjadi pemain yang lebih baik, Febri bagaimanapun harus bisa menerima kritikan dari Gomez sekalipun terasa pahit. Bagi Gomez tak ada pemain yang besar tanpa kritikan, karena itu dia merasa perlu mengingatkan Febri soal kekurangannya.
Share:

Rabu, 23 Mei 2018

Persib pantas menang karena main lebih baik dari PSM Makasar

Bola.com, Bandung - Persib Bandung menang 3-0 atas PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Rabu malam (23/5/2018), pada pekan ke 10 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak.
Tiga gol Maung Bandung dilesakan Ezechiel N'douassel lewat penalti menit ke-39 dan menit ke-54 serta Jonathan Bauman menit ke-83.
selebrasi unik ezechiel penyerang Penyerang Persib Bandung

Kemenangan tersebut membuat Persib naik peringkat ke posisi enam klasemen sementara Liga 1 2018. Pelatih Persib, Mario Gomez mengaku kemenangan anak asuhnya malam ini karena bermain lebih baik dibandingkan tim lawan
"Pertandingan yang sangat menarik. Dan kami bermain lebih baik dari tim lawan, tapi saya akui PSM tim bagus dan kuat, juga memiliki pemain bagus di depan dan tengah," ujar Gomez seusai pertandingan.
Tak hanya itu, Gomez menegaskan poin sempurna Maung Bandung dikarenakan pasukannya bermain terbuka sehingga bisa mencetak tiga gol. "Yang pasti kami bermain bagus seperti saat melawan Persipura," kata pelatih asal Argentina tersebut.
Pada kesempatan itu, Mario Gomez penampilan kiper Persib, M. Natshir Fadhil Mahbuby, yang selama 90 menit mampu tampil cemerlang, terutama saat mampu mematahkan peluang emas striker PSM, Ferdinand Sinaga.
"Deden bagus, karena kami ingat mereka punya peluang bagus dan Deden bermain dengan baik, dia bisa blok peluang dari lawan. Tapi, yang paling penting lawan tidak bisa mencetak gol," tegas pelatih Persib berusia 61 tahun ini.
Share:

Senin, 21 Mei 2018

Soal Piala Dunia 2018, Abah Gomez Memprediksi Tiga Tim Ini Yang Akan Menjadi Kandidat Juara.

Pesta bola terbesar di jagat raya tersebut akan berlangsung di Rusia pada 14 Juni sampai 15 Juli 2018.



Piala Dunia 2018 akan mulai berlangsung dalam beberapa pekan lagi. Sebanyak 32 kontestan dari berbagai penjuru bumi bakal bersaing mati-matian untuk merengkuh gelar tersebut.
Dijadwalkan pesta bola terbesar di jagat raya tersebut berlangsung di Rusia pada 14 Juni sampai 15 Juli mendatang. Berbagai persiapan pun telah dilakukan tuan rumah dan juga seluruh tim peserta.


Pelatih Persib Bandung Mario Gomez, juga mengikuti perkembangan Piala Dunia tersebut. Bahkan ia memprediksikan ada tiga negara yang menjadi kandidat kuat peraih gelar.
Di Piala Dunia nanti, Gomez tentu sangat mendukung tanah kelahirannya, Argentina untuk meraih titel ketiga di ajang turnamen sepakbola terbesar yang diikuti 32 negara tersebut. Tergabung di Grup D bersama Kroasia, Islandia dan Nigeria, Gomez optimis Tim Tango bisa berbicara banyak di Rusia.
"Tentu favorit saya adalah Argentina. Piala Dunia lalu (di Brasil 2014) Argentina bisa menjadi runner-up. Apalagi sekarang skuat mereka lebih fresh dan pantas untuk masuk dalam kandidat juara," ujar Gomez, Senin 21 Mei 2018.
Selain Argentina, Gomez menyebut ada dua tim lainnya sebagai pesaing terkuat dalam perebutan gelar juara. "Masih ada dua tim kuat. Saya prediksi masih ada Jerman dan Brasil yang bisa saja menjadi juara di turnamen ini," pungkasnya.
Share:

Minggu, 20 Mei 2018

Kalah Dari Persela, Pesija Ngamuk Hingga Melayangkan Protes Keras Terhadap Wasit


Pertandingan sengit tersaji di Stadion Gelora Surajaya, Lamongan, antara Persela Lamongan kontra Persija Jakarta pada Ahad malam (20/5/2018). Secara dramatis, Laskar Joko Tingkir unggul 2-0 (0-0) atas Macan Kemayoran. 

Sejak babak pertama, kedua kubu saling jual beli serangan. Baik sang tuan rumah maupun sang tamu. Hingga turun minum, skor pun masih kaca mata, alias 0-0. 

Pada paruh kedua, masing-masing tim kembali sengit mengamankan angka. Namun, sang tuan rumah nyaris mencetak angka lebih dahulu pada menit ke-50. 

Sayang, Shohei Matsunaga yang menjadi algojo titik putih gagal mengkonversi bola ke gawang Persija. Sepakan mantan pemain Persib itu melambung jauh di atas mistar gawang. 

Akhirnya, sang tuan rumah unggul enam menit jelang laga bubar. Gelandang Persela, Diego Assis lah yang menjadi aktor tersebut. Namun gol tersebut membuat para pemain Persija melakukan protes. 

Itu karena, mereka mengaggap Diego Assis mencetak gol dengan tangan. Namun, pada akhirnya, sang pengadil lapangan tidak menghiraukan protes dari Persija meski laga sempat terhenti beberapa saat.

Pada menit ke-90+5, Matsunaga membayar keselahannya. Sepakan mendatarnya tak mampu dihalau kiper Persija Daryono. Gol itu juga mengunci kemenangan Persela atas Persija hingga menit 90+7 berakhir. 

Dengan kemenangan 2-0 atas Persija tersebut, saat ini Persela merengkak ke posisi lima dengan mengumpulkan 13 poin. Sementara Persija, berada diperingkat ke-13 dengan mengumpulkan 10 poin. (Bobotoh.ID/AR)
Share:

Sabtu, 19 Mei 2018

Dikalahkan PSM Makassar, Pelatih Borneo FC Ucapkan Selamat kepada Wasit

BOLASPORT.COM - Hasil kurang memuaskan harus diterima Borneo FC saat bertandang ke Stadion Andi Mattalatta, markas PSM Makassar pada Sabtu (19/5/2018) malam WIB.

 Pada pertandingan tersebut sempat terjadi kericuhan pada menit-menit akhir laga. Borneo FC tampak tidak terima dengan keputusan wasit Hendri Siswanto yang memberikan tendangan bebas kepada PSM Makassar yang berujung gol yang dicetak oleh Guy Junior pada menit akhir pertandingan.

 Pemain Borneo FC yang marah kemudian mengejar wasit hingga ketiga wasit harus diamankan oleh pihak keamanan. Setelah emosi mereda, pelatih Borneo FC Dejan Antonic saat jumpa pers usai laga tak terlalu banyak komentar. “Selamat buat wasit. Pertandingan semuanya oke,” kata Dejan singkat.

Terkait kericuhan di akhir laga, pelatih asal Serbia itu memilih untuk tidak berkomentar apa-apa. “No coment,” tegas Dejan. Akibat kekalahan ini, Pesut Etam kini dibayang-bayangi zona degradasi setelah hanya terpaut satu poin dengan peringkat 16 klasemen yakni Perseru Serui.

 Borneo FC hanya mampu mengumpulkan sembilan poin dari sembilan laga di Liga 1 2018. Sedangkan satu peringkat di bawahnya, Perseru Serui sedikit diuntungkan karena masih memiliki satu laga tertunda.
Share:

PERSIPURA BERPESTA GOL DENGAN SKOR 6-0 MELAWAN MADURA UNITED

Persipura berhasil mencatat kemenangan terbesar di Liga 1 musim ini setelah menggelontor gawang Madura United.

Persipura Jayapura sukses mengkudeta puncak klasemen sementara Liga 1 2018 setelah berpesta gol dengan skor 6-0 atas Madura United di Stadion Mandala, Sabtu (19/5) malam WIB, pada laga pekan kesembilan.
Skor tersebut menjadi yang terbesar di Liga 1 musim ini. Tambahan tiga angka itu membuat Persipura kini mengoleksi nilai 17, unggul satu poin dari Madura United yang harus rela turun ke peringkat tiga.
Babak pertama
Persipura langsung menerapkan permainan menyerang sejak peluit kick-off ditiupkan wasit guna mendapatkan gol cepat. Sebaliknya, Madura United yang kehilangan sejumlah pilar mengalami kesulitan mengembangkan permainan.
Pendukung tuan rumah sudah bersorak kegirangan ketika pertandingan memasuki menit kedelapan. Umpan sundulan Gunansar Mandowen disambut kapten tim Boaz Solossa yang melepaskan tendangan lambung dari luar kotak penalti untuk menjebol gawang Madura United.
Kendati di bawah tekanan, Madura United nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-20, tapi sepakan Zah Rahan melayang tipis di atas mistar gawang. Selang enam menit kemudian, giliran Boaz menebar ancaman, namun tendangannya masih bisa ditepis kiper Hery Prasetyo.
Persipura akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-30. Sepakan Marcel Sacramento menghajar mistar gawang, dan bola muntah menghampiri Ian Louis Kabes yang tidak membuang kesempatan melepaskan tendangan keras untuk merobek gawang Madura United.
Tuan rumah makin di atas angin setelah Boaz mencetak gol keduanya pada menit ke-37. Umpan Sacramento diselesaikan Boaz dengan baik, sehingga babak pertama ditutup dengan skor 3-0 untuk keunggulan Persipura.
Babak kedua
Madura United yang tertinggal tiga gol langsung mengganti dua pemainnya dengan memasukkan Engleberd Sani dan OK John, serta menarik keluar Alberto De Paula dan Munhar.
Namun upaya Madura United ini tidak membuahkan hasil. Bahkan mereka tertinggal semakin jauh setelah Sacramento memanfaatkan umpan pendek Ricardo Salampessy di kotak penalti, dan menjebol gawang Madura United pad amenit ke-58.
Gol ini melecut motivasi pemain Mutiara Hitam. Unggul empat gol tidak membuat mereka menurunkan irama permainan, dan melakukan tekanan bertubi-tubi ke pertahanan Madura United.
Serangan itu makin menunjukkan dominasi Persipura atas tamunya setelah pemain pengganti Todd Ferre menuntas umpan Hilton Moreira untuk mengubah papan skor menjadi 5-0.
Persipura mencatat kemenangan telak pertama di Liga 1 musim ini setelah mereka memastikan menutup laga dengan skor 6-0 ketika pemain pengganti Imanuel Wanggai turut membobol gawnag madura United empat menit sebelum pertandingan berakhir.
Berikut susunan pemain kedua tim:
Persipura: Dede Sulaiman; Yohanis Tjoe, David Rumakiek, Muhammad Tahir, Yustinus Pae, Ricardo Salampessy, Ian Louis Kabes, Gunansar Mandowen, Hilton Moreira, Boaz Solossa, Marcel Sacramennto.
Cadangan: Fitrul Dwi Rustapa; Andri Ibo, Elisa Basna, Imanuel Wanggai, Prisca Womsiwor, Todd Rivaldo Ferre, Ronaldo Wanma.
Pelatih: Peter Butler
Madura United: Hery Prasetyo; Fachrudin Aryanto, Asep Berlian, Munhar, Andik Rendika Rama, Alfaath Fathier, Alberto 'Beto' De Paula, Slamet Nurcahyono, Nuriddin Davronov, Bayu Gatra, Zah Rahan.
Cadangan: Angga Saputra; Guntur Ariyadi, Onorionde Kughegbe, Rizky Dwi Febrianto, Lucky Wahyu Dwi Permana, Engelberd Sani, Imam Bagus Kurnia.
Pelatih: Milomir Seslija
Share:

Kamis, 17 Mei 2018

Liga 1: Makan Konate Lebih Khusyuk Jalani Ramadan Bareng Istri

TEMPO.COJakarta - Pemain Sriwijaya FC, Makan Konate, 26 tahun, antusias menyambut Ramadan di Indonesia. Ia sudah terbiasa dengan suasananya karena sudah merasakannya sejak 2012.



Tercatat gelandang serang Sriwijaya FC itu sudah pernah memperkuat PSPS, Barito Putera, hingga Persib. Satu gelar juara ISL pernah direbutnya bersama Maung Bandung pada musim 2014.
Tidak heran bila Makan Konate sudah terbiasa dengan suasana Ramadan di Indonesia. Ia menganggap puasa di Indonesia mirip dengan Mali. Terutama dalam hal cuaca.
"Durasi puasa antara Mali dan Indonesia juga sama. Sehingga menjalankan ibadah puasa di Indonesia tidak perlu lagi adaptasi. Cuaca juga tidak masalah," kata Makan Konate.

Lalu soal menu buka puasa, Makan Konate mengatakan selama di Indonesia paling suka dengan kolak. "Banyak makanan enak di Indonesia, tapi kalau pas puasa paling suka kolak," kata Makan Konate soal minuman bersantan dengan gula aren itu.
Sementara khusus Ramadan tahun ini, Makan Konate tidak akan sendirian bersama keluarga. Ini setelah istrinya, Zaliha Maiga, segera datang ke Palembang. Kedatangan istrinya dari Mali akan mengobati sedikit kerinduan terhadap kampung halaman, juga  membuat dia lebih semangat beribadah.
"Mungkin pekan depan dia (istri) tiba di Palembang. Tentunya saya senang sekali, nanti saat sahur dan buka, saya tidak sendiri lagi karena ada yang menemani. Akan lebih semangat beribadah," kata Konate, Rabu.
Istri Konate, Zaliha, merupakan adik kandung dari bek Persipura Abdoulaye Maiga. Zaliha hingga kini masih tinggal di Mali karena sedang menyelesaikan studi strata 1.
Terkait momen Ramadhan, ia berharap istri dapat membuat menu makanan yang biasa disuguhkan keluarganya di saat berpuasa. Menu makanan itu sangat sederhana yakni nasi, ayam, dan sosis. Tapi bagi Konate mengulang kenangan bahagia soal kebersamaannya dengan keluarga di Mali.
"Biasanya kami akan makan satu meja, berbuka puasa bersama. Tapi saya tidak memaksa istri saya nanti harus masak setiap hari, jika malas masak juga tidak apa karena di sini makanan juga enak-enak. Saat puasa ada kolak, saya suka karena rasanya manis. Ada beragam macam minuman dingin juga," kata Konate.
Bagi pemain terbaik ISL 2014 ini Ramadan merupakan saatnya mengecas baterai, sehingga setelahnya dapat menjadi manusia yang baru. "Selama hampir 11 bulan sibuk dengan beragam urusan, ini saatnya saya benar-benar mendekatkan diri dengan Allah SWT. Dengan berpuasa, menahan lapar, menahan marah dan lainnya memembuat ibadah menjadi lebih khusyuk," ujar Konate.
Share:

Lawan Persebaya Surabaya Ditunda, Persib Bandung Agendakan Uji Coba

Rencananya, Persib bakal menggelar uji coba, Sabtu (19/5) malam nanti.
Laga Persebaya Surabaya kontra Persib Bandung yang sedianya digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (19/5) nanti, dipastikan ditunda. Maka itu, tim pelatih Persib mencoba mencari alternatif lain supaya para pemainnya tetap tak kehilangan sentuhan dalam sebuah pertandingan.
Terdekat, tim Maung Bandung merencanakan menggelar uji coba, di hari seharusnya mereka melawan Persebaya. Namun begitu, siapa yang akan menjadi lawan dalam uji tanding itu masih belum ditetapkan, begitu juga lokasi pertandingannya.
"Kemungkinannya malam. Kami masih koordinasi. Bisa dibilang itu sebagai laga pengganti untuk menjaga performa kita," ucap Yaya Sunarya, pelatih fisik Persib seperti dikutip laman resmi klub.
Share:

Archive

Support

 
close